Pernahkah Anda menyadari bahwa setiap detik, tubuh kita terpapar berbagai jenis radiasi energi? Faktanya, paparan ini dimulai sejak kita terbangun hingga tertidur kembali.
Radiasi yang Terukur Secara Ilmiah
Menurut World Health Organization (WHO), manusia modern terpapar radiasi elektromagnetik dari perangkat elektronik sehari-hari. Penelitian dari International Agency for Research on Cancer (IARC) mencatat bahwa rata-rata orang menghabiskan 4-6 jam per hari di depan layar smartphone, yang memancarkan radiasi frekuensi radio. Belum lagi paparan dari laptop, WiFi router, dan menara seluler di sekitar kita.
Sementara itu, tubuh kita juga menerima radiasi ultraviolet dari matahari. Data NASA menunjukkan bahwa setiap hari, Bumi menerima sekitar 173.000 terawatt energi matahari—sebagian diserap oleh kulit kita, memengaruhi produksi vitamin D hingga ritme sirkadian yang mengatur pola tidur.
Energi Halus: Fenomena Lintas Peradaban
Yang lebih menarik, ribuan tahun sebelum teknologi modern ada, peradaban kuno di seluruh dunia telah mengenal konsep energi vital yang tidak kasat mata namun berdampak nyata pada kesehatan:
Meskipun energi ini belum dapat diukur dengan instrumen konvensional, jutaan praktisi di seluruh dunia melaporkan manfaat nyata. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Alternative and Complementary Medicine menemukan bahwa 83% pasien yang menjalani terapi energi melaporkan peningkatan kondisi kesehatan mereka.
Reiki: Menggabungkan Tradisi dan Praktik Modern
Reiki (霊気) berasal dari dua karakter Jepang: “Rei” (霊 – spiritual/jiwa) dan “Ki” (気 – energi). Dikembangkan oleh Mikao Usui pada tahun 1922, Reiki kini dipraktikkan di lebih dari 800 rumah sakit di Amerika Serikat sebagai terapi komplementer, termasuk di Cleveland Clinic dan Mayo Clinic.
National Center for Complementary and Integrative Health (NCCIH) mencatat bahwa meskipun penelitian masih berlanjut, banyak pasien melaporkan manfaat dalam mengurangi stres, kecemasan, dan nyeri kronis.
Kesimpulan
Di era modern ini, kita hidup di tengah berbagai lapisan energi—dari yang terukur secara ilmiah hingga yang masih menjadi misteri sains. Yang pasti, kesehatan holistik Anda dipengaruhi oleh keseimbangan berbagai energi ini. Bukankah sudah saatnya kita membuka diri pada pendekatan kesehatan yang lebih komprehensif?

Sejarah yang akurat tentang sensei Usui, tercantum dalam tulisan di tugu batu yang di bangun untuk mengenang sensei Usui di Saihoji temple, Tokyo, Jepang.
Tugu batu itu ditulis oleh Juzaburo Ushida, seorang murid senior dari sensei Usui, dan menjadi ketua Usui Reiki Ryoho Gakkai yang pertama., pada bulan Februari 1927, satu tahun setelah sensei Usui meninggal dunia. , berikut adalah terjemahannya:
Apa yang anda secara alami realisasikan melalui pengembangan diri dan latihan disebut sebagai “kebijaksanaan” dan disebut sebagai “kebaikan” bila di bagikan dalam sebuah metode kepemimpinan, penyembuhan dan praktek. Oleh Karena itulah seseorang yang mempunyai banyak kebaikan dan kebijakan baru dapat disebut sebagai seorang pendiri yang besar. Siapapun yang memulai sebuah ajaran baru baik itu para nabi, filsuf, para genius dan lain-lain sejak jaman dahulu adalah orang-orang yang memiliki banyak kebaikan dan kebijsanaan. Sensei Usui adalah salah satu dari mereka.
Beliau memulai metode baru untuh meningkatkan tubuh dan jiwa berdasarkan REIKI di alam semesta. Mendengar ini, banyak orang ingin mempelajarinya dan orang orang yang ingin disembuhkan berkumpul dari segala penjuru. Sebuah hari yang sangat sibuk.
Sensei Usui, yang dikenal dengan nama ‘MIKAO’ dan nama penanya ‘GYOHAN’ berasal dari desa Taniai, distrik Yamagata, Gifu prefecture. Mempunyai nenek moyang bernama Tsunetane Chiba, seorang komandan militer di akhir era Heian dan di awal era Kamakura(1180-1230). Nama ayah beliau adalah Taneuji yang sering dikenal dengn nama Uzaemon. Ibunya datang dari keluarga Kawai
Sensei Usui, lahir pada 15 Agustus 1865, waktu kecil beliau mengalami kesulitan dalam belajar dan harus belajar dengan sangat keras dimana membuat beliau memiliki kemampuan melebihi teman-temannya. Ketika lebih dewasa beliau pergi ke Eropa, Amerika dan Cina untuk belajar. Walaupun memiliki beragam keterampilan dan kemampuan, beliau tidak selalu sukses dalam hidup, bahkan seringkali beliau dipaksa untuk hidup dalam kemiskinan. Beliau berjuang denga keras untuk melatih pikiran dan tubuhnya agar tidak lari dari kesulitan.
Suatu hari, sensei Usui mendaki gunung Kurama, dimana beliau memulai puasa dan meditasi. Tiba-tiba di hari ke 21, beliau merasakan energi Reiki yang sangat besar diatas kepalanya dan di saat yang sama beliau mengalami pencerahan spiritual sekaligus mendapatkan kemampuan penyembuhan Reiki.
Beliau berpikir “ Akan lebih baik jika kemampuan ini di berikan secara luas kepada masyarakat duni dan menikmatinya bersama mereka daripada menyimpannya secara exclusive didalam keluarga”. Dengan demikian beliau memindahkan tempat tinggalnya ke Aoyama Harajuku, Tokyo pada April 1922 dan mendirikan sebuah institusi dimana penyembuhan Reki di ajarkan secara bebas kepada masyarakat, disini terapi reiki juga diberikan. Banyak orang datang dari segala penjuru memohon bimbingan dan penyembuhan, mereka membuat antrian yang sangat panjang.
Tokyo mengalami kebakaran hebat yang disebabkan oleh gempa bumi besar di distrik Kanto pada bulan September 1923. dan menyebabkan banyak orang terluka dimana-mana. Melihat kejadian tersebut sensei Usui merasa sangat prihatin, sehingga beliau berkeliling setiap hari di dalam kota dan berusaha menolong mereka dengan memberikan terapi penyembuhan REIKI. Kita tidak dapat menghitung berapa banyak orang yang terselamatkan dari kematian karena pengabdian beliau. Aktivitas beliau yang menghibur dan melegakan, dimana beliau mengulurkan tangan penuh kasih kepada semua orang yang menderita dalam situasi krisis tersebut, terangkum dalam catatan diatas.
Oleh sebab itu, pusat pelatihan beliau menjadi terlalu kecil untuk menerima pengunjung, jadi beliau membangun sebuah rumah di Nakano, di luar kota pada bulan Februari 1925 dan pindah kesana. Seiring dengan reputasi beliau yang semakin tinggi, tidak jarang beliau menerima undangan dari segala penjuru Negara. Sesuai dengan undangan-undangan tersebut beliau bepergian ke Kure dan Hiroshima, kemudian mencapai Saga dan sampai ke Fukuyama. Dimana didalam sebuah penginapan, beliau terserang penyakit yang sangat parah dan meninggal pada usia 62 tahun.
Istri beliau berasal dari keluarga Suzuki dan bernama Sadako, dan memiliki seorang anak lak-laki dan perempuan. Anak laki-lakinya bernama Fuji dan dia menjadi penerus keluarga Usui.
Lembut dan sangat berhati-hati adalah karakter alamiah dari sensei Usui, dan beliau kurang menjaga penampilan. Tubuh beliau besar dan gemuk, senyum selalu terpancar dari wajahnya. Ketika beliah menghadapi kesukaran, beliau akan menghadapinya dengan kehendak yang kuat dan kehati-hatian. Beliau adalah seseorang dengan bakat yang kuat dan pecinta buku, pengetahuan beliau meliputi sejarah, biography, pengetahuan medis, kitab suci Kristen dan Budhis, psychology, magic of fairy land, art of curse, ramalan dan physiognomy.
Menurut pandangan saya, merupakan bukti bagi siapapun bahwa pengembangan diri dan latihan beliau berasal dari karir beliau di bidang seni dan ilmu pengetahuan. Hal tersebut adalah inspirasi beliau dalam mengembangkan metode penyembuhan REIKI.
Menelaah fakta tersebut, saya mengerti bahwa penyembuhan REIKI bertujuan tidak hanya menyembuhkan penyakit tetapi juga menyehatkan pikiran berdasarkan kearifan dari kemampuan spiritual yang diberikan Tuhan, menjaga tubuh tetap sehat dan menikmati kesejahteraan hidup. Ketika mengajar seseorang, pertama-tama kita wajib membuat mereka menyadari instruksi terakhir dari Kaisar Meiji dan mengucapkan 5 peringatan setiap pagi dan malam agar tetap teringat.
5 peringatan tersebut adalah:
1. Jangan marah hari ini
2. Jangan kuatir
3. Ekspresikan rasa syukur
4. Dalam setiap aktivitasmu bekerjalah dengan rajin
5. Berbaik hatilah kepada orang lain.
Hal tersebut diatas adalah resep penting untuk pengembangan diri, sama seperti para orang bijaksana di masa lampau mengingatkan diri mereka sendiri. Sensei Usui menekankan “ Ini adalah proses rahasia yang dapat membawa keberuntungan dan mujizat yang dapat mengobat segala macam bentuk penyakit”. Dengan demikian beliau membuat tujuan dari ajarannya jelas dan tepat. Lebih lanjut, beliau mencoba untuk membuat bimbingan beliau sesingkat dan semudah mungkin, sehingga banyak orang dengan mudah mengerti. Setiap kali anda duduk dan menangkupkan tangan untuk berdoa setiap pagi dan malam, ucapkan 5 peringatan tersebut untuk membangun pikiran yang jernih dan kuat ,hal ini memaksimalkan apa yang dapat anda capai di setiap hari di kehidupan anda.
Inilah alasan kenapa penyembuhan Reiki sangat mudah menyebar ke semua orang. Fase kehidupan sangat mudah berubah di jaman sekarang, dan pandangan masyarakat akan berubah sesuai jaman. Apabila kita berhasil menyebarkan penyebaran Reiki kemanapun, maka kita telah berhasil membantu mencegah masyarakat mengalami penurunan moralitas. Tidak ada manfaat lain dari Reiki-ho selain memberikan penyembuhan pada penyakit menahun, kronis dan kebiasaan buruk.
Jumlah orang yang belajar dari sensei usi mencapai jumlah lebih dari 2000 orang. Beberapa murid yang hidup di Tokyo berkumpul di pusat pelatihan dan meneruskan pekerjaan beliah, sementara murid-murid lain di seantero negeri juga melakukan apa saja untuk mempopulerkan penyembuhan REIKI. Walaupun guru kita telah tiada, kita harus melakukan apa saja yang kita bisa lakukan untuk meneruskan penyembuhan REIKI ke masyarakat umum selamanya dan menyebarkannya lebih luas lagi. Ah! Begitu besar apa yang beliau telah lakukanl dengan memberikan kepada orang lain apa yang didapat dan direalisasikannya seorang diri.
Sebagai hasi dari diskusi dan pertemuan para murid, kami memutuskan untuk mendirikan sebuah tugu monument di makam keluarga beliau sehingga kami bisa membawa kearifan tindakannya beliau diketahui orang banyak dan menyampaikannya ke masa-masa yang akan datang. Oleh karena itu saya di minta untuk menyusun sebuah tulisan pada tugu monument tersebut. Karena saya takjub dengan apa yang telah beliau lakukan dan desakan dari kehangatan hati para murid lain yang mempunyai ikatan batin dengan sang guru, saya tidak berani menolak permintaan tersebut, dan menulis sebuah ringkasan.
Oleh karena itu saya berharap dari hati kecil saya, semoga generasi-generasi di masa yang akan datan tidak lupa untuk melihat monument ini dengan takjub.
Ushida
Februari 1927
Diedit oleh Masayuki Okada
The Junior 3rd rank, the 3rd Order of Merit,
Doctor of literature
Ditulis oleh Juzaburi Ushida
The Junior 4th rank, the 3rd Order of Merit, the 4th class of services,
Rear Admiral
(Diterjemahkan kedalam bahasa modern Japanes Oleh Hiroshi Doi, Ashiya City, on 1 January, 1998)
(Diterjemahkan kedalam bahasa English oleh Tetsuyuki Ono, Takarazuka City, on 19th June, 1998)
( Ditermahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Yonathan, 5 Februari 2009)
Istilah “attunement” dalam Reiki—atau “alignment/penyelarasan” dalam Bahasa Indonesia—secara sempurna menggambarkan sebuah prinsip ilmiah yang baru mulai kita pahami: tubuh kita beroperasi pada frekuensi getaran tertentu, dan ketika frekuensi ini terganggu, muncullah masalah kesehatan.
Sains di Balik Energi dan Materi
Persamaan terkenal Einstein E=mc² membuktikan bahwa materi dan energi dapat saling bertukar. Faktanya, menurut fisika kuantum, materi padat yang membentuk tubuh kita adalah 99,9999% ruang kosong—apa yang kita anggap “padat” sebenarnya adalah energi bergetar yang disatukan oleh gaya elektromagnetik.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Consciousness Studies menunjukkan bahwa tubuh manusia memancarkan medan bioelektromagnetik yang dapat diukur. Ketika medan ini menjadi tidak seimbang—melalui stres, penyakit, atau faktor lingkungan—hal itu memanifestasikan diri sebagai gejala fisik dan emosional.
Bayangkan seperti ini: seperti piano yang secara bertahap tidak selaras karena penggunaan rutin, sistem energi tubuh kita dapat kehilangan keselarasan akibat stres sehari-hari, trauma, dan faktor lingkungan. Hasilnya? Penyakit (secara harfiah “dis-ease”/ketidak-nyamanan), nyeri kronis, kecemasan, dan berbagai hambatan kehidupan.
Perkembangan Historis Attunement
Menurut catatan sejarah yang terdokumentasi dan teks resmi “Gendai Reiki-ho,” berikut adalah bagaimana proses attunement berawal:
Pada tahun 1922, setelah pengalaman spiritual mendalam di Gunung Kurama, Kyoto, Mikao Usui membuat keputusan revolusioner. Ia menyatakan: “Jika kekuatan ini hanya dimiliki oleh keluarga saya, maka tidak dapat bermanfaat bagi umat manusia secara luas. Saya harus membuatnya dapat diakses oleh semua orang.”
Usui tidak berhenti pada pengalaman pribadinya. Sebagai peneliti dan sarjana yang berdedikasi, ia:
Pada tahun 1922, Usui mendirikan Usui Reiki Ryoho Gakkai (Perkumpulan Metode Penyembuhan Reiki Usui), yang masih ada di Jepang hingga saat ini. Ia menawarkan pelatihan Shoden (初伝 – tingkat pemula) kepada siapa pun yang mencari kemampuan penyembuhan.
Dari Jepang ke Seluruh Dunia
Upacara Reiju publik pertama diadakan di Harajuku, Tokyo. Praktik ini kemudian menyebar ke Amerika Serikat pada tahun 1930-an melalui Hawayo Takata, di mana “Reiju” diterjemahkan sebagai “attunement.” Saat ini, variasinya mencakup istilah seperti “inisiasi” atau “pembukaan chakra,” meskipun ini tidak sepenuhnya menangkap makna aslinya.
Proses Attunement: Tinjauan Teknis
Berdasarkan ajaran tradisional, selama attunement, seorang guru Reiki yang berkualifikasi:
Penelitian dari Center for Reiki Research menunjukkan bahwa setelah attunement, praktisi menunjukkan perubahan yang dapat diukur dalam biofield mereka, termasuk peningkatan koherensi dalam variabilitas detak jantung—sebuah penanda peningkatan ketahanan terhadap stres.
Perspektif Modern
Sementara sains Barat terus mempelajari fenomena ini, lebih dari 1,2 juta orang Amerika mempraktikkan Reiki, dan ditawarkan di lebih dari 800 rumah sakit AS sebagai terapi komplementer. National Institutes of Health (NIH) telah mendanai berbagai studi tentang terapi biofield, mengakui dampak potensial mereka pada hasil pasien.
Kesimpulan
Attunement bukan tentang mendapatkan sesuatu yang baru—ini tentang mengingat dan menyelaraskan kembali dengan keadaan energetik alami tubuh Anda. Seperti menyetel instrumen musik kembali ke nada yang benar, attunement membantu memulihkan frekuensi getaran optimal tubuh Anda.
Pertanyaannya bukan apakah penyembuhan energi berhasil, melainkan: apakah Anda siap untuk mengeksplorasi apa yang terjadi ketika sistem energi tubuh Anda beroperasi dalam harmoni?