Siapa yang sekarang tidak kenal atau mendengar kata “Reiki”, pada awal era 2000, mungkin masih banyak orang yang tidak kenal istilah Reiki, masih banyak yang bertanya  “ apa itu reiki?”, bahkan ada juga lho yang bertanya “apa bisa dimakan?”.  Tentu saja ini bukan makanan, jadi ngga mungkin Reiki bisa di makan.

Seiring dengan ledakan internet of things, di mulai dengan mewabahnya Youtube, Facebook, dan segala macam medsos, Reiki juga makin populer, banyak orang semakin mengenal Reiki, karena banyak pengajar nya, metode nya dan beragam komentar di media sosial.

Penyembuhan Alternatif  

Soal Kesehatan, sebenarnya kita semua sudah mengerti dan paham pentingnya Kesehatan bagi karir, dan kualitas hidup. Siapa yang mau punya banyak harta dan uang, tapi hidupnya sakit-sakitan, keluar masuk rumah sakit, dan tergeletak di ranjang pesakitan? Atau punya ambisi mengejar karir, pingin uang banyak, tapi tiba tiba harus keluar uang banyak karena harus bayar biaya pengobatan yang selangit?

Dalam bidang Kesehatan, kita memiliki dua jalur utama, yaitu jalur ilmu Kesehatan barat dan jalur ilmu Kesehatan timur/tradisional. Ilmu Kesehatan barat/ modern, adalah ilmu Kesehatan yang berdasarkan serangkaian penelitian scientific,  berdasarkan bukti dan fakta ilmiah, karena itu menjadi acuan dan tolok ukur pengobatan. Sedangkan ilmu Kesehatan timur/ tradisional, biasanya  lahir dari tradisi komunitas di metode pengobatan itu muncul, dan sudah di pakai secara turun menurun.

Di luar dua jalur utama ilmu pengobatan tersebut, praktek Reiki menawarkan jalan alternatif, suatu metode penyembuhan alami dengan memanfaatkan energy alam semesta,  yang tidak memerlukan biaya banyak, bahkan tanpa biaya sama sekali, kecuali biaya belajar bagi yang mau menjadi praktisi Reiki.

Kemudian, bagaimana efektivitas penyembuhan dengan metode Reiki?

Pertama-tama, saya ingin menjelaskan tentang apa itu penyembuhan dengan Reiki. Karena dengan mengerti esensi Reiki itu sendiri, dapat di pahami efektifitas dari “penyembuhan Reiki”. Reiki sendiri terdiri dari dua kata dalam Bahasa Jepang, yaitu REI = “ Spirit, jiwa/ roh” dan KI “ Energy, bila kedua kata ini digabungkan, maka kita mendapatkan suatu kata baru yaitu Reiki yang berarti energi jiwa atau energy roh.  Energi dalam konteks disini adalah prana, atau qi, sesuatu yang belum bisa di ukur dan di liat oleh alat alat modern yang ada di jaman sekarang, tetapi dengan sedikit Latihan, banyak orang dapat merasakan keberadaan qi atau prana ini dengan mudahnya.

Prana ada dimana mana, bahkan semua benda dan makhluk hidup adalah manifestasi prana/qi. Hanya berbeda frekuensi dan kekuatan getarnya saja.  Dalam tradisi Reiki, seseorang bisa terkena suatu penyakit, atau kesialan dalah hidupnya, karena orang tersebut bergetar dengan frekuensi yang tidak harmonis dengan frekuensi dan getaran di alam semesta. Karena itu dengan mengembalikan frekuensi dan getaran dari seseorang ke sifat alaminya, yaitu harmonis dengan getaran alam semesta, secara otomatis orang tersebut menjadi sehat dan bahagia kehidupannya.

Dengan harmonisnya getaran seseorang dengan frekuensi alam semesta melalui terapi Reiki, sel-sel dan organ tubuhnya akan mengalami relaksasi dan mulai melakukan proses penyembuhan.  Selain penyakit fisik, penyembuhan Reiki juga sangat efektif untuk masalah masalah kejiwaan, seperti depresi dan stress. Karena pada dasarnya, masalah kejiwaan sama dengan penyakit, disebabkan oleh tidak harmonisnya getaran mental seseorang dengan getaran alam semesta