Seputar spiritual, meditasi dan Reiki
Seputar spiritual, meditasi dan Reiki

Call us:  +62 081 6533 777

Categories

Tidak semua orangmampu melakukan tindakan magnetis setjara langsung. Kita mengatakan bahwa setiap orang bisa melakukan pertjobaan-pertjobaan jang tertera dalam bab-bab jang lalu. Maka dalam pertjobaan-pertjobaan tindakan magnetis setjara langsung, akan ada beberapa siswa jang tak bisa melaksanakan.

Ini tak mengapa, karena tindakan magnetis setjara langsung tak begitu penting dalam kehidupan sehari-hari, apalagi kalua sudah pandai melaksanakan pertjobaan-pertjobaan magnetis lainnja, jang tjukup praktis dan berfaedah.

Hanja mereka jang merasa,bahwa tenaga magnetisnja tjukup besar untuk mengadakan eksperimen-eksperimen jang lebih hebat, maka tindakan magnetis setjara langsung ini memberi kemungkinan-kemungkinan jang baik sekali.

Kita telah membahasa pengaruh magnetis setjara pandjang-lebar penggunaan pengaruh magentis dengan pandagan magnetis dan tentunja anda sudah mendapat kemadjuan-kemadjuan sedemikan rupa, sehingga menjuruh orang lain menoleh, membelok kekiri atau kekanan sewaktu ia djalan, dll-nja. Atau menjarankan kepada orang jang anda adjak bitjara untuk mengutjapkan kata-kata tertentu.

Pertjobaan-pertjobaan ini sesungguhnja tak pernah bertentangan dengan kemauan sujet, dan ini memang bukan tindakan magnetis setjara langsung, karena pemantjaran tenaga magnetis itu masih melalu pandagan mata atau kata-kata jang diutjapkan, dan lagi dalam mempengaruhi orang dalam pertjakapan, anda menggunakan suasan djiwa orang tesebut.

Kita telah mengkisahkan peristiwa Baron du Potet.

Dalam pada itu seorang dokter ahlisjaraf Djerman, Dr. E. Tromner berdasarkan penjelidikan-penjelidikan eksperimental(dengan pertjobaan) menerangkan , bahwa sekurang-kurangnja satu diantara sepuluh orang bisa dihipnotisir bertentangan dengan kemauannja. Dalam hipnotisme, kemauan ditundukkan sama sekali. Dimana satu diantara sepuluh orang bisa di hipnotisir bertentangan dengan kemauannja, maka hamper semua orang bisa dipengaruhi dengan sugesti-sugesti(saran-saran).

Sugesti adalah kemenangan ketjil darisi pemberi sugesti terhadapsujet. Kita mengetahu adanja saran-saran ketjil jang mengiriingi pandangan magnetis. Sekarang saran-saran itu kita perluas.

Selama beberapa tahun ini banjak istilah-istilah jang digunakan untuk menjebut “pengiriman pikiran-pikiran” ada jang menamakan telepati, ada jang menakan kontak magnetis. Ada beberapa matjam permainan-permainan berdasarkan pengiriman pikiran ini.

Salah satu permainan jang paling menarik hati, adalah sbb: Dua puluh matjam benda diletakkan diatas medja. Salah seorang hadirin mengangkat salah satu benda sebentar, Semua orang memusatkan pikriannja kepada bend aitu, dengan maksud jang kuat, supaja sujet jang berada dalam kamar lain akan tahu benda man jang diangkat, apabila ia dipanggil.

Sujet jang disekap matanja disilakan masuk, Pemimpin dari permainan minta kepada hadirin untuk mengosongkan pikiran mereka. Sujet achirnja di silakan menjebutkan pikiran jang timbul dalam otaknja. Delapan puluh diantara seratus kedjadian . sujet akan menjebutkan nama benda jang diangkat tadi. Dan djika ia salah menjebutnja, biasanja ia menjebut nama benda jang mirip sekali dengan benda jang dimaksudkan.

Djika jang ikut dalam permainan ini orang-orang jang mahir dilapangan magnetism, hasilnja akan lebih bagus lagi, apalagi kalu sujetnja orang jang bisa menjadarkan pikiran jang dikirimkan kepadanja. Seorang dokter di Munchen mengadakan pertjobaan-pertjobaan dengan anak umur sebelas dan tigabelas tahun.  Dokter tersebut duduk pada djarak tiga meter dari anak laki-laki nja umur tiga belas tahun, dalam suatu kamar gelap.

Ia mengarahkan pandangannja kepada bagian belakang anak tersebut, dan memberitahukan angka-angka tertentu(tanpa berbitjara, semata-mata dengan memusatkan pikiran) kepada anak tersebut. Biasanja pertjobaan ini berhasil. Kemudian ia menimbulkan pikiran-pikiran tetnang hal-hal jang lebih musjil. Ia mengangan-angan kan (membajangkan dalamfikiran) arlodjinam dan menunggu tiga menit. Maka kata anak tersebut, “Saja melihat suatu bulatan jang ditjantumi dengan paku bengkok. Ditengahnja ada bundaran berwarna putihm dan ada garis-garis dipinggirnja…. Arlodji ajah!” inilah tjontoh tindakan magentis setjara langsung terhadap anak lagi lagi berumur tiga belas tahun.

Anak ini mempunjai bakat untuk bisa lekas menjadari pikiran-pikiranna. Inimembuktikan bahwa ia memang menerima lukisan pikiran itu. Akan tetapi ada kalanja orang-orang jang djuga menerima Luksan-lukisan pikiran akan tetapi jang tak mampu segera menjadarkannja. Dengan demikiran getaran-getaran magnetis itu tetap berada dalam otak setjara tak sadarm meskipun pengaruhnja tetap ada. Kita pernah menjinggung hal betapa pikiran-pikiran tak sadari ini bisa merintangi kerdja akal dan kemauan.

Meskipun pikiran abstrak dan perintah-perintah tak begitu mudah masuk kedalam kesadaran dibandingkan dengan angan-angan(gambaran dalam pikiran), namun pengaruhnja tak kurang pentingnja.

Kita sekarang membahasa pembangkitan angan-angan sebagai bentuk p[ikiran jang terbaik untuk diprojeksikan. Duduklah dalam kamar, sendirian, dikursi jang empuk dan enak. Bangkitkanlah suatu ingatan dalam akal anda, dan karena ingatan anda sudah terlatih, anda tak sukar membentuk gambaran djelas dari ingatan ini. Se-olah olah peristiwa-peristiwa tertentu terdjadi kembali didepan mata anda, seperti film.

Angan-angan atau gambar-gambar dalam pikiran ini ialah foto-foto psychis jang dikirim kedalam akal melalui sjaraf. Banjak orang menerima “ lukisan- foto” ini, akan tetapi baiasanja tak disadari. Adapun kita harus bisa bertindak sedemikian rupa, sehingga sjet menerima/mendapat gambaran djelas dari benda atau peristiwa jang anda angan-angankan, dengan segala bentuk dan warnanja. Ini memerlukan bebeapa latihan.

Marilah kita mulia lagi dengan sebuah benda jang sederhana.

Angan-angankanlah sebuah kotak korek-api, sedjelas-djelasnja dan seterang-terangnja, seingga anda seakan-akan bisa merabanja. Angan-angankanlah pula benda-benda lain, maka setelah menjelesaikan pertjobaan2 ini akan ternjata kepada Anda, bahwa kemampuan rohani anda untuk melihat gambar angan-angan mendjadi mangkin besar. Kalau ini sudah bisa, anda hendaknja mentjoba memprojeksikan peristiwa-peristiwa.

Lukiskanlah dalam angan-angan anda seorang dengan sikap-sikap tertentu, misalnja sanak-keluarga anda jang telah meninggal, sedang berdjalan-djalan dalam kamar, atau berbitjara dengan Anda. DAja-angan2  anda sekarang adalah sedemikian kuatnja, sehingga anda bisa melihat orang jang anda angan-angankan itu dengan mata biasa anda.

Kemudian angan-angankanlah persaan-perasaan atau emosi-emosi jang meliputi orang tesebut, jang tertjermin dalam gerak-gerik tangan, romanmukanja, misalnja terkedjut, senang, takut, dll,nja. Gambaran angan-angan ini bisa mendjadi sedemikian djelasnja, sehingga bisa dikirimkan kepikiran-pikiran orang lain.

Maka buatlah pertjobaan dengan mengirimkan lukisan angan-angan itu kepada orang lain. Sekurang-kurangnja anda bisa memberi pengaruh kepada sujet anda. Dari apa jang ditjeritakan tentang apa jang dirasakan , akan ternjata bahwa arus-arus anda telah mengenai dia, dan bawha ia telah menerima gamba angan-angan jang anda kirimkan. Ahli falah Camille Flammarion, berdasarkan  penjelidikannja jang tjermat telah membuktikan setjara ilmiah tentang adanja pengaruh pikiran-pikiran kepada otak orang lain. Flammarion mengemukakan, bahwa

  • Setiap perasaan dan setiap pikiran menjebabkan getaran otak dan tatasjaraf.

Pengaruh getaran ini besar sekali. Kita bisa mengukur tenaga-tenaga ini berdasarkan pengaruh pikiran-pikiran itu keapda badan kita sendiri; Adapun pengaruh pikiran kita kepada badan kita hampir tak terbatas.

Pada abad ke -19 di Inggris ada orang dihukum mati. Sebelum ia mendjalani hukumannja, beberapa sardjana ingin mengadakan pertjobaan-pertjobaan ilmiah dengan dia. Orang itu badannja diikat pada sebuah medja. Matanja disekap. Seorang dokter mengatakan, bahwa ia akan melukai lehernja, dan ia akan segera mati karena kehabisan darah. Kemudian dokter itu membuat luka ketjil jang tak berarti pada kulit leher pesakitan itu. Dalam pada itu, air hangat ditjutjurkan pada lehernja, dituangkan dari gelas ketjil.

Taka da satu tetespun darah jang ditumpahkan. Akan tetapi gagasan akan arus hangat jang melewati lehernja dan pernjataan dokter tersebut mejakinkan dirinja, bahwa ia segera mati kehabisan darah. Ternjata ia betul-betul mati.

Kekuatan pikiran telah membunuh orang tersebut.

Camille Flammirion mengemukakan pertanjaan: “ Mungkinkah tenaga kedjiwaan ini dibuktikan , dan apakah pertjobaaan itu membuktikan bahwa pikiran bisa dipindahkan kepada orang lain? Djawabnya ialah “Ja”.

Bentuk sempurna dari pengirimanpikiran terdjadi dalam hipnosa.

Pada tahun 1886 , Dr. Liebault bersama-sama dengan Guiata mengadakan pertjobaan-pertjobaan magnetis dan hipnotis diParis. Guiata menidurkan seorang sujet, dan mengadjukan suatu pertanjaan(jang tak diutjapkan)kepadanja, dengan djalan mengkonsentrasikan pikirannja pada suatu titik. Ia menulis diatas kerta: “ Apakah anda minggu depan akan kembali?” Sujet itu mendjawab:”Barangkali”.

Kemudian Dr. Liebault menulis diatas setjarik kertas, bahwa sujet setelah bangun akan menemukan topinja jang hitam berobah mendjadi merah. Ia mengkonsentrasikan pikirannja kepada saran ini dan sesudah bangun, sujet itu sangsi-sansi memandang topinja, katanja:”Ini bukan topi saja”.

“Mengapa begitu!” tanja Dr. Liebault.

“Mengapa?Apakah Tuan tak melihat, bahwsa topi ini merah, padahal saja punja hitam”,djawab sujet itu.

Kemudian Dr. Liebault berkata dalam hatinja, dengan konsentrasi pikiran kuat: “Warnanja akan menjadi hitam lagi.” Sujet itu dengan tenang lalu mengambil topinja dan terus berangkat, pulang.

Ini suatu tjontoh sugesti jand djelas sekali. Dan setiap orang jang beladjar magnetism peribadi dan hipnotisme,dengan mudah bisa membangkitkan sugesti-sugesti ini pada diri orang-orang jang lemah kemauannja atau jang fantasinja halus-perasa.

Paul Janet, seorang guru besar dalamilmu filsafat, pernah bertjerita sbb:

Gilbert dan dia (Janet) mengadakan pertjobaan-pertjobaan dengan sugesti mental(saran-saran pikiran) pada djarak jang djauh. Wanita, jang mudah menerima sugesti, dan Bernama Leonie B. , adalah seorang Wanita-petani jand disegani didaerah Bretagne(Perantjis), sehat, djudjur dan agak kemalu-maluan.

Wanita-petani ini orangnja tjerdas, akan tetapi tak terdidik. Ia tak begitu bisa membatja. Badannja kuat dan gemuk.

Dr. Ochorowics menganggap pertjobaan-pertjobaan itu sedemikian pentingnja, sehingga ia memerlukan datang dari Rusia ke Havre, untuk menghadirninja. Bersama-sama dengan sardjana-sardjana lain, Dr. Ochorowicz merupakan panitia jang mengawasi pertjobaan-pertjobaan itu. Sebelum dilakukan pertjobaan-pertjobaan itu diadakan dulu beberapa perisapan:

  1. Saat dilaksanakannja pengaruh kemauan kepada sujet Leonie B. tak ditentukan lebih dulu, diserahkan kepada nasib(takdir), dengan undian.
  2. Saat itu diberitahukan kepada Gilbert beberapa menit sebelumnja waktu jang ditetapkan oleh takdir itu. Gilbert akan memusatkan kemauan dan pikirannja pada Leonie B., dan anggauta-anggauta panitia akan berada di dekat Leonie, sedangkan Gilbert berada di Havre.
  3. Anggauta-anggauta panitia mengusahakan supaja dalam rumah Wanita-petani dan djuga didalam lingkungan jang lebarnja 1 kilometer tak ada satu orang-pun.

Dalam keadaan jang demikian itu, pada malam hari djam Sembilan kurang lima menit pertjobaan dilakukan .Sudah barang tentu anggauta-anggauta panitia itu berada diluar rumah, sehingga Leonie B, tak mengetahuinja.

Pada djam setengah sepuluh kurang sepuluh menit, Wanita itu dengan ragu-ragu keluar dari rumahnja, menudju ke halaman. Ia berhenti sebentar, kemudian kembali masuk kedalam rumah, akan tetapi tepat djam /setengah sepuluh ia muntjul lagi, sekrang tiada ragu-ragu ia menudju ke djalan. Djalannja seperti orang jang takut terlambat. Anggauta-anggauta panitia mengikuti dia. Tak ada seorangpun disekitar tempat itu. Ia achirnja sampai di Rue du Bard di Havre , Imana ia setelah ragu-ragu sebentar , kemudian masuk kedalam rumah Gilbert, Ia rupa-rupanja senang.

Dengan tjara demikiran pulalah perintah-perintah lainnjapun diberikan.

Dengan menggunakan kemauannja semata-mata Gilbert memberi perintah kepada Wanita tersebut, bahwa pada djam Sembilan pagi ia harus menguntji pintu rumahnja dan supaja ia berdjalan-djalan di halaman rumah, berpajung.

Camille Flammarion mengumpulkan lebih dari seribu bukti mengenai pengaruh tenaga magnetis langsung kepada otrak orang lain, dengan menggunakan kekuatan pikiran.

  • Katanja: Pikiran, gagasan, angan-angan dan kesan-kesan, bisa di pindahkan dan dikirimkan kepada orang lain. Otak adalah pusat pemantjaran pikiran-pikiran.

Disamping dokumen-dokumen jang dikumpulkan oleh Flammarion, ada pula laporan Cromwell Varley, insinyur jang memasang kawat transatlantika antara Inggeris dan Amerika Serikat, jang dikirimkan kepada sardjana(Flammarion) tersebut:

“Saja telah mengadakan pertjobaan-pertjobaan dengan barang-barang dari tanah, dimana saja menghirup hydroflour-acide. Akibatnja ialah, bahwa djalan-napas saja sakit. Saja sangat menderita oleh penjakit ini, dan sering malam-malam penjakit itu kumat, sehingga saja merintih-rintih kesakitan. Teman-teman saja memberi nasihat, supaja saja selalu menjediakan eter-belirang, karena dengan menghirup uap-uapnja penjakit itu akan mendjadi berkurang.

Tudjuh atau delapan kali saja menghirup uap itu, akan tetapi saja tak tahan baunja. Saja lalu menggunakan chloroform. Chloroform itu selalu saja siapkan disamping randjang saja, dan saja menggunakan obat ini dengan tjara jang agak berbahaja. Saja berbaring miring diatas randjang saja, sedemikan rupa, sehingga apabila saja menghirup chloroform itu maka saja akan pingsan dan terguling terlentang Kembali dirandjang saja. Spons chloroform saja tempelkan pada mulut dan hidung. Djika otot saja tempelkan pada mulut dan hidung. Djika otot saja kendorkan, spons itu dengan sendirinja djatuh dilantai. Pada suatu malam, spons itu tak mau djatuh, dan tetap ada diatas muka saja.

Isteri saja merawat anak sakit dikamar-atas setelah berselan beberapa  sekon, saja sadar akan bahaja jang menimpa diri saja. Saja ingat isteri saja ada dikamar-atas, dan saja sendirian dengan spons menempel dimulut saja, tak berdaja menggerakkan badan saja sedikitpun. Dengan kemauan keras, saja berhasil mentjiptakan gambaran djelas dari isteri saja, dan saja bangkitkan saran padanja supaja ia bangun. Isteri saja bangkit, turun kebawah, dan mengangkat spons dari mulut saja. Saja terhindar dari bahaja maut.