Seputar spiritual, meditasi dan Reiki
Seputar spiritual, meditasi dan Reiki

Call us:  +62 081 6533 777

Categories

Dalam beberapa peladjaran kita selalu memperingatkan tentang pengaruh bebahaja dari bawah-sadar.Padahal sesungguhnja bawah-sadar mempunjai sifat-sifat jang baik.

Kitapun bisa menggunakan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan jang ada dalam bawah-sadar, untuk menimbulkan gambaran jang salah pada seseorang.

Ada suatu tjontoh jang kiranja baik diketengahkan disini. Ini terdjadi dalam suatu universitas di Wyoming, dimana Tuan Slosson menghibur hadirin dengan pertjobaan-pertjobaan kimia. Ia menuangkan air bersih sedikit di sapu tangannja, untuk kemudian mengerenjut-kerenjutkan mukanja, seolah-olah ia mentjium bau jang sangat tidak enak. Katanja:

“Saudara-saudara, djika ada diantara Saudara-saudara jang mentjium bau ini, hendaknja mengatjungkan tangan . Saja ingin tahu ketjepatan  mendjalarnja bau ini”

Setelah berselang limabelas ssekon, separoh dari hadirin mengatjungkan tangan, dan setelah berselang satu menit nampaknja bau itu sudah meluas sampai dipodjok-podjok ruangan. Orang-orang jang duduk didepan menjatakan , bahwa mereka tak bisa tahan bau busuk itu. Tiga perempat dari djumlah hadirin dengan tegas- tegas menjatakan , bahwa  mereka mentjium bau tidak enak.

Tuan Slosson rupanja berhasil membangkitkan bau tak enak dalam bawah-sadar para hadirin dan bau ini mendjalar kedalam kesadaran mereka. Orang-orang jang pikirannja tak terlatih benar, mengabaikan akalnja sehingga bawah-sadar menguasai indera-indera pentjiumannja.

Djangan mengatakan kepada orang-orang itu bahwa mereka salah-tjium. Mereka akan marah. Memang mereka itu sungguh mengalami suatu kenjataan, hanja sadja kenjataan itu adanja dalam fantasi mereka.

Dalam menggunakan magnetism peribadi setjara aktif, kita mempengaruhi bawah-sadar orang-orang jang pikirannja tak terlaith dan mengisinja dengan pikiran-pikiran saran jang segera atau nanti membumbung kedalam kesadarannja, dan kemudian menguasai akanja.

  • Sjukur , tak semua orang mempunjai ketjakapan dan kekuasaan ini. Seandai banjak orang jang pandai menggunakan ketjakapan ini, pasti akan terdjadi banja penjalahgunaan. Tanpa penjalagunaan-penjalahgunaan ini, dunia sudah penuh  dengan pikiran-pikiran negative. Biarlah ini mendjadi peringatan keras bagi mereka jang mempunjai tenaga magnetis, djanganlah mereka menggunakan tenaga magnetis sewenang-wenang tanpa mengingat-ingat norma-norma Susila

Dengan tjara diatas kitapun bisa menggunakan  bawah-sadar kita, dan mengisinja dengan pikiran-pikiran jang nantinja akan mempengaruhi otak kita. Tjara ini dinamakan swasugesti(swasaran) dan sangat penting untuk magnetism pribadi.

Betapa mudahnja orang jang kuat membiarkan dirinja dikuasai setjara sewenang-wenang oleh kemauannja. Kekuasaan kemauan memang baik sekali, akan tetapi djangan sampai digunakan sewenang-wenang. Djuga dalam alam rohani kita sendiri, kesewenang-wenangan ini  menimbulkan perlawanan sehingga terdjadi “Revolusi” jang menggulingkan kemauan dari singgasananja.

Kita telah beladjar supaja selalu berteman baik dengan bawah-sadari, dan mengisinja dengan pikiran-pikiran jang baik dan positif. Kita hendaknja menggunakan bawah-sadar kita supaja mendjadi tenaga -pembantu untuk membangkitkan getaran-getaran magnetis. Pikiran-pikiran bawah-sadar memantjar dari otak dalam bentuk getaran-getaran,seperti halnja dengan pikiran-pikiran sadar. Dengan begitu bawah-sadar membantu memantjarkan gelombang-gelombang magnetis. Kita hendaknja menjesuaikan kehidupan sjaraf bawah-sadar kita dengan kegiatan pikiran-pikiran sadar. Untuk ini diperlukan swasugesti(swasaran).

Anda, misalnja, ingin memberi perintah kepada seorang, akan tetapi anda belum mampu membuat dia perasa terhadap arus magnetis anda. Dalam hal ini swasugesti bisa menolong anda.

Kemauan tak usah selalu digunakan. Anda duduk sadja dikursi dengan sikap seenak-enaknja, dengan otot-otot dikendorkan, dan setjarik kertas tersedia didepan anda, dimana anda menuliskan keinginan anda sesingkat-singkatnja. Dengan tenang pikirlah apa jan adan tuliskan itu, tanpa ada kegiatan, tanpa banjak memeras otak, biarkan pikiran bermain-main setjara bergelombang-gelombang dalam kepala anda. Chajalkan, betapa senang dan nikmatnja djika keinginan anda bisa terjapai, dan lukiskan dalam angan-angan anda apa jang akan anda perbuat djika tjita-tjita anda tertjapai.

Tjara berpikir ini mirip dengan berkhayal-khayalan  setjara bermain-main, dan kurang menjerupai kegiatan jang sadar. Ulangilah laithan ini misalnja duakali sehari, dan segera anda akan mengetahu bahwa pelukisan angan-angan ini akan berhasil dan keinginan anda akan meduduki tempat terutama dalam pikiran anda. Dan bahwa kemauan anda mangkin erat bekerdjasama dengan keinginan anda, pendeknja, bahwa dengan tekad besar anda hendak mentjapai apa jang anda inginkan. Bawha Hasrat kearah itu bukan-lah kerdja-kemauan jang dibuat-buatm akan tetapi keigatan jang berasalh dari lubuk djiwa anda, dan keinginan-keinginan lain terdorong kesamping. Bawah sadar anda mengisi pikiran-pikiran sadar anda dengan arus kuat jang berisi keinginan anda, dan Tindakan anda pasti berhasil. Sekali ini anda akan berhasil menjarankan perintah anda kepada orang jang anda maksudkan, sedemikian rupa, sehingga ia menuruti apa jang anda inginkan daripadanja.

Dengan demikian swasugesti sadalah suatu kegiatan gaib dari angan-angan jang mempengaruhi pikiran sadar dan taksadar. Dosen pada Universitas di Wyoming(Slosson) berhasil mempergunakan kenjataan ini. Ada pula jang melangkah lebih djauh lagi. Orang Perantjis terkenal, Emile Coue, telah mendasarkan system penemuannja kepada angan-angan ini dan ternjata berhasil menjembuhkan berbagai matjam penjakit. Ia memerintahkan kepada pasien-pasienja, supaja setipa pagi dan malam berangan-angan seolah-olah ia datang kepadanja, dan sambal memedjamkan matanja harus mengulang-ulangi duapuluh kali: “ Setipa hari saja mendjadi mangkin baik dalam segala hal”

Dan sungguh mengherankan, bahwa banjak orang jang sembuh dengan menggunakan swasugesti ini. Dr. Coue menjarankan kepada seorang gadis bahwa pendarahan dalam mulutnja akan berhenti dalam waktu dua menit, dan memang demikianlah kenjataannya. Menurut Dr. Coue pikiran “Pendarahan harus berhenti” diprojeksikan kedalam bawah sadar. Dari sini saran itu melalui sjaraf-sjaraf mendjalar ketempat jang luka. Sjaraf-sjaraf mentaati perintah, bahwa pendarahan ahrus berhenti, sjaraf-sjaraf melarang darah masuk kedalam urat dan nadi pada tempat jang tertentu, jang sekarang mengkerut setjara wadjar, sebagaiaman obat pemampet darah melaksanan ini setjara tidak-wadjar. Dengan tjara demikian, dengan menggunakan kegiatan-sjaraf, orang sanggup melenjapkan bengkak, jang perlahan-lahan mendjadi kering, apabila sjaraf-sjaraf mendapat perintah supaja menghentikan pengiriman darah atau zat-makanan ketempat jang bengkak itu.

Dari surat-surat Coue ada beberapa peristiwa jang patut kita tjatat.

Nona V., seorang guru-wanita disuatu Lyceum pada tahun 1915 djatuh dalam udjian, karena bingung dan “deman-udjian”. Emile Coue mengadjarkan kepada dia tjara menggunakan swasugesti, dan hasilnja ialah bahwa ia lulus udjian dengan angka-angka jang gemilang. Perhatikan apa kata guru tersebut: “Selama udjian saja sangat heran sendiri akan sikap saja jang tenang, sehingga menimbulkan kesan kepada mereka jang mengadjukan pertanjaan-pertanjaan kepada saja, bahwa saja sudah mempersiapkan peladjaran saja baik-baik. Saja lulus dengan angka jang baik sekali, sebagai djuara nomor dua. Saja merasa sangat sjukur dan terima kasih”.

Emili coue menulis kepada soerang wanit di Mailleromcourt-Charette, bahwa ia harus melaksanakan swasugesti. Wanita itu tak pernah bertemu dengan Coue, namun ia mentaati nasihatnja. Dan dibawah inilah apa jang ditulisnja pada tanggal 3 mei 1918:

“Saja sungguh berterima kasih kepada Tuan. Uratnadi saja luka dikedua belah kaki saja. Luka pada kaki kanan, jang selebar tangan, telah sembuh. Pagi dan malam saja utjapkan kallimat jang Tuan berikan, dan saja menaruh kepertjajaaan sepenuhnja. Dahlu saja tak bisa meraba kaki saja, karena kalau disentuh sakit rasanja, dan lagi kerajnja seperti batu. Sekarang  saja bisa menekannja tanpa merasa sakit apa-apa. Alangkah Bahagia saja sekarang ini.”

Ini hanjalah beberapa fragmen dari banjak surat-surat jang diumumkan oleh Coue. Sudah baran tentu ada orang jang mengatakan, bahwa swasugesti  susungguhnja adalah penipuan diri sendiri, atau suatu chajalan, menskipun mendatangkan hasil. Coue tak membantah pendapat-pendapat itu, akan tetapi ia menjatakan kepada mereka jang menentang tjara penjembuhannja:

“Adalah suatu chajalan pula untuk mengatakan bahwa manusia itu bebas dari chajalan”

Kita jang mempeladjari magnetism peribadi dan mengetahui bahwa saran-saran pikiran bisa mempengaruhi kita setjara tak-sadar dan bahwa bawah sadar dalam diri kita seeing lebih kuasa dari kesadaran, menerima pernjataan Emili Coue sebagai suatu kebenaran jang njata.

Coue adalah jang pertama kali mengatakan, bahwa kita memberi saran-saran kepada diri lebih kuat dari orang-orang lain.

Marilah kita meneruskan pembitjaraan kita mengenai angan-angan. Kita sekarang mampu membangkitkan angan-angan dan karena kitab isa membangkitkannja maka kitapun bisa menguasainja.

Dari mana datangnja angan-angan kit aitu? Pertanjaan ini sudah pernah kita djawab: Dari bawah sadar,Djiwa kitab isa disamakan dengan sebuah gunung es. Sepersepuluh bagian gunung itu ada diatas permukaaan air, dan itulah pikiran-pikiran sadar kita, sedangkan angin jang meniup diatasnja ialah kemauan kita. Sembilah persepuluh dari gunung itu ada dibawah permukaan air, dan inilah bawah sadar kita., sedangkan arus-arus lau menjentuh dan mempengaruhi bawah-sadar dari segala djurusan. Djika datan pikiran-pikiran dari bagian jang Sembilan -persepuluh itu maka pastilah pikiran-pikiran ini membubung keatas permukaan kesadaran(dalam missal gunung-es:permukaan air) untuk kemudian masuk kedalam akal kita. Pengamat-amatan, pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan jang tak sampai melewait permukaan-kesadaran menetap dalam bawah-sadar.

Gelombang-gelombang mangentis dalam pada itu masih terus giat dan berpenaruh dalam bawah-sadar, mesikpun orang jang bersangkutan tak menginsafinja.

Dari pengamat-amatan dan djuga dari berbagai pertjobaan-pertjobaan dengan pantja indera, ternjata bahwa banjak kesan-kesan jang terlalu lemah untuk bisa membubung keatas(kedalam kesadaran), masuk kedalam bawah sadar. Pertjobaaan-pertjobaan telah diadakan dengan orang jang dihipnotisir, jang hampur menguasai bawah-sadarnjaa sepenuhnja. Tak sadja mereka mentaaati instruksi-instruksi jang hanja diberikan dalam pikrian(artinja tak diutjapkan), jang membuktikn bawha mereka perasa terhadap gelombang-gelomban magnetis, akan tetapi disambpin itu merekapun sangat perasa terhadap tjahaja dan panas.

Dr. Tromner menjatakan, bahwa sifat perasanja terhadap tjahaja adalah seratus kali keadaan norma, dan terhadap panas tiga kali, ini taklah berarti bahwa inderanja mendjadi tambah perasa, Mata dan kulit tetap sama, tak berobah, apakah orang itu dihipnotisir atau tidak. Hal ini hanjalah membuktikan bahwa kesan-kesan tjahaja jang terlalu lemah bagi kesdaran, tenjata mampu memasuki bawah-sadari kita.

Dalam ilmu djiwa, gedjala demikian ini sudah diketahui. Orang mengatakan bahwa pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan harus melampaui suatu “ambang” (drempel) sebelunja disadari. Jang ada dibawah ambang itu(dan ini banjak sekali) merupakan pikiran subliminal(bawah sadar).

Dalam bukunja tentang” Peribada manusia”, Fred W. H. Mijers mengatakan : “Sjuhada-sjuhada, pendeta-pendeta, kamu nihilis dan orang -orang jang gandrung akan sesuatu paham atau aliran, dikuasai ileh nafsu-nafsu jang djauh dibawah ambang kesadaran biasa. Dorongan-dorongan bawah-sadar ini sangat besar pengaruhnja  terhadapa kehidupan manusia, lebih pekat(terkonsentrasi), lebih berat daripada akal.”

Tadi telah kita berikan latihan untuk menggunakan tenaga angan-angan jang sangat kuat, jang bersumberkan pikiran subliminal. Ada orang-orang jang mahir sekali membumbungkan keatas tenaga-tenaga taksadar sehingga meliwati ambang-kesadaran. Orang-orang demikian itu memang djauh lebih unggul daripada orang-orang biasa. Mereka itu adalah zeni-zeni(pudjangga besar)

Setiap orang apada hakikatnja mempunja pendengaran bawah-sadar jang halus ekali, Hanja musikus-musikus besar sadja sanggup menjadarkan setajar sempurna getaran-getaran halus jang tersimpan dalam bawah sadar dan kemudian menulisnja dalam not-not dan merupakan musik jang indah. Banjak matjam ragam pikiran-pikiran  dan ketjenderungan-ketjenderungan jang bersumberkan bawah-sadar.

Kebanjakan orang hanja memperkembangkan dua naluri(instinkt) sadja, jakni instinkt makan dan instinkt seksuil. Keuda ketjenderungan ini bukanlah ketjenderungan-ketjenderungan jang buruk, bahkan merupakan bagian -pokok dari manusia. Akan tetapi supaja bisa mentjapai kemadjuan-kemadjuan, baik dilapangan politik perdangan, ilmu pengetahuan, diperlukan perkembangan ketjenderungan -ketjenderungan lainnja. Dalam satu segi  ia harus lebih unggul daripada orang-orang lain. Segi mana, hal ii harus ia tentukan sendiri, setelah menjelidiki bakat-bakatnja. Dengan usaha keras dan ketekunan luar biasa nistjaja ia bisa menjangkutkan tenaga-tenaga djiwa tak sadar kepada kemauan jang sadar, dan hasilnja pastilah gilang-gemilang.

Swasugesti bisa banjak menolong dalam membangkitkan tenaga-tenaga ini. Sardjana-sardjana besar telah mempraktekkan swasugesti. Misalnja Pascal,filsuf dan ahli ilmu-pasti kenamaan bangsa Perantjis telah berhasil menjembuhkan sakit-kepalanja, semata-mata dengan mengchajalkan pikiran “tidak sakit”