fbpx

Call us:  +62 081 6533 777

Apa yang terjadi saat grup HusadaReiki healing

Mungkin ada yang ingin tahu, apa sih yang terjadi pada saat grup healing? Kok kelihatannya misterius banget, jangan jangan cuma sugesti, hahaha

Supaya tidak ada yang menyalah pahami proses healing grup Husada reiki, baiklah saya akan coba jelaskan, tetapi sebelum saya  menjelaskan tentang proses grup healing, saya ingin menjelaskan tentang  penyembuhan dari Reiki itu sendiri.

Proses healing HusadaReiki, atau proses healing Reiki, sebenarnya memiliki konsep yang cukup sederhana. Pertama, tubuh kita sendiri sudah memiliki kemampuan penyembuhan sendiri, bila kita amati, kita tidak selalu dalam kondisi sakit, padahal di sekitar kita berkeliaran virus dan bakteri beragam jenis dan dalam jumlah yang tidak terhitung. Walaupun demikian, tubuh kita tidak menampakan gejala sakit sama sekali. Mengapa demikian?

Menurut ilmu kedokteran, tubuh kita memiliki sistem kekebalan yang terkoordinasi setiap saat untuk melawan invasi dari virus dan bakteri disekitar kita. Setiap virus dan bakteri yang sudah terpetakan dan diingat cara melawannya oleh sistem kekebalan, akan dengan mudah untuk dikenali dan di eliminasi oleh sistem kekebalan tubuh kita sebelum menjadi masalah bagi keseluruhan sistem tubuh.

Kedua, tubuh sebenarnya terdiri dari banyak sistem operasional yang kompleks dan saling menyeimbangkan. Saya suka menyebut sistem ini, sistem homeostasis. Dimana fungsi tubuh dan kimia di dalam badan kita, selalu menuju ke suatu keadaan yang seimbang, sebuah kondisi dimana fungsi tubuh dapat bekerja secara optimal.

Sistem kekebalan tubuh, dan prinsip homeostasis yang dimiliki tubuh kita, menunjukan kepada kita,  badan manusia sebenarnya sudah memiliki kekuatan super yang di perlukan untuk menghadapi serangan pathogen, dan melakukan penyembuhan yang diperlukan bila terjadi ketidakseimbangan dan luka.

Karena badan kita, memiliki kemampuan penyembuhan alami, maka bila terjadi ketidakseimbangan fungsi, misalnya mengalami gejala sakit, seperti sakit kepala, demam, bersin, kelelahan, mata merah, dan apapun gejalanya, sebenarnya yang perlu di lakukan terlebih dahulu adalah “ tidak melakukan apa-apa”,  kita bisa melakukan ini dengan tidur atau beristirahat dari aktivitas.  Hal ini, memberikan kesempatan bagi tubuh kita untuk memperbaiki dirinya sendiri dan mengeluarkan pathogen dan racun-racun dari tubuh kita.

 Cukup istirahat, cukup tidur itu sebenarnya resep penyembuhan utama.Hanya saja, tuntutan ekonomi  saat ini dan perubahan lingkungan di mana kita tinggal, terkadang memberikan dampak pada tubuh, sampai tingkat dimana tidur dan istirahat saja, tidak cukup untuk mengembalikan keseimbangan kimiawi dan proses tubuh, sehingga menurunkan kekuatan dari sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus dan bakteri yang menyerang.

Untuk mengatasi, problem ketidak seimbangan akut, dimana tidur dan istirahat saja tidak cukup.  Tradisi spiritual timur, menganjurkan untuk melakukan latihan meditasi. Mengapa? Karena latihan meditasi membantu untuk relaksasi dan menenangkan sumber ketidakseimbangan utama dari manusia, yaitu pikiran. Tanpa di sadari oleh banyak orang, pikiran dan emosi kita yang berubah-ubah tiap saat, dari pikiran senang, sedih, marah, iri, kuatir, membuat keseimbangan kimiawi dari tubuh kita juga berubah-ubah. Selain itu, kemampuan kita untuk mengingat suatu masalah yang membuat kita kuatir dan marah, turut memperberat ketidakseimbangan kimiawi yang dialami tubuh. Jadi jangan heran, bila seseorang yang mengalami trauma berat, dan selalu dalam kondisi sedih dan ketakutan  akhirnya dapat terserang penyakit yang cukup berat.

Bila dilakukan secara rutin, latihan meditasi mampu meningkatkan kemampuan pikiran untuk tetap tenang dan seimbang. Kemudian, juga meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh kita untuk mengatasi serangan pathogen dari luar, dan meningkatkan kemampuan penyembuhan alami tubuh kita sendiri.

Husadareiki, atau reiki, sebenarnya adalah tradisi meditasi.Penemu Reiki, Sensei Usui, dalam meditasinya, menyadari tentang keberadaan qi atau prana yang ada di sekitarnya, sekaligus menyadari bila semua fenomena, benda padat atau makhluk hidup adalah manifestasi dari qi atau prana. Karena prana adalah esensi dari semua hal, termasuk dirinya sendiri, maka sensei Usui menyebutnya dengan REIKI ,  Rei (spiritual/jiwa/roh)  dan KI ( energy).

Selain itu, Sensei Usui juga menyadari, dalam keberadaan nya yang paling murni, prana atau qi, selalu dalam kondisi yang seimbang dan harmonis. Semua orang yang sakit, selalu memiliki ketidak seimbangan prana dan qi, apakah terlalu panas, dingin, agresif atau pasif, yang termanifetasikan dalam pikiran dan emosinya.

Pada waktu itu, entah mitos atau memang nyata, ada kejadian menarik setelah sensei Usui menyadari tentang keberadaan Reiki. Segera setelah sensei Usui  menyelesaikan latihan meditasi selama 21 hari di gunung Kurama, beliau segera turun gunung untuk Kembali ke rumahnya. Dalam perjalanan, sensei Usui terpeleset dan mengalami luka di kakinya,  tanpa sadar, beliau menempelkan tangannya  ke luka di kaki nya tersebut. Dan hal luar biasa terjadi, luka yang dialami beliau segera menutup dan proses sembuhnya luka, segera terlihat.

Sesampai di rumah, beliau mencoba proses yang sama, kepada anggota keluarga, dan tetangganya,dan segera nama Reiki dan Usui sensei menjadi terkenal, dan banyak orang berbondong-bondong ingin mendapatkan kesempatan terapi dari beliau.

Reiki sendiri, bukanlah obat, badan kita yang sebenarnya mempunyai kemampuan penyembuhan. Dalam hal ini, prosese healing dalam reiki,sebenarnya hanya mengingatkan kembali tubuh kita pada kemampuan penyembuhan yang sebenarnya sudah dimiliki.

Proses penyembuhan dalam grup HusadaReiki, juga memiliki proses yang sama. Setiap sesi, sebenarnya hanya berusaha mengingatkan kembali  tubuh kita pada getaran dan pola energy yang seimbang dan harmonis, dimana proses penyembuhan dan Kesehatan berada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *